Aurorastevani’s Blog

Review buku Environmental Institutions Elizabeth De Sombr

Posted on: March 19, 2011

Melihat peran PBB dalam bertanggung jawa mengurusi isu lingkungan hidup global, memang sangat tepat menempatkan buku berjudul Global Environmental Institutions karya Elizabeth DeSombre yang diterbitkan di New York pada tahun 2006. Dalam buku ini dijelaskan secara rinci bagaimana PBB menilai soal isu-isu lingkungan hidup dan beberapa institusi yang terkait tentunya. Perlu kita ketahui bahwa isu lingkungan hidup dinilai oleh kaum Realist adalah isu-isu low-politic karena tidak menyangkut kepentingan dan stabilitas suatu Negara, dimana Negara sendiri merupakan acuan dan actor utama bagi Realist. Maka kenapa dulu isu lingkungan hidup dulu tidak popular dan justru popular baru-baru ini tepatnya mulai santer dibicarakan pada awal abad 21. Setelah begitu pesatnya kemajuan industri dan teknologi dewasa ini, membuat segalanya terasa begitu mudah dari waktu ke waktu, tentunya ini kemajuan pesat dibidang pereekonomian dunia, dan peradaban yang maju juga membuat ranah politik juga semakin meluas dan mendalam cakupannya. Namun yang bisa kita lihat sekarang tak hanya dampak positif dari globalisasi dan kemajuan teknologi secara global saja, namun dampak negative yang justru sudah mulai kita rasakan hanya saja manusia terlalu acuh untuk memperhatikan itu. Dampak dari kemajuan industri misalnya yang membuat limbah pabrik-pabrik merusak alam lingkungan, lalu kebutuhan manusia akan papan, yang mana penebangan hutan secara liar menjadi usaha untuk memenuihi itu. Sugguh sangat disayangkan dari semakin majunya peradaban manusia, ternyata justru membawa kehancuran dunia semakin jelas didepan mata kita.

Kembali berbicara soal PBB, setelah suksesnya PBB sebagai hasil pemikiran kaum Liberalist yang mengaggap bahwa kerja sama antar Negara yang diwujudkan dalam organisasi internasional dapat meminimalisir konflik dan menumbuhkan norma-norma diantara Negara, memunculkan perhatian baru bagi PBB maupun organisasi lain terhadap hal baru. Lingkungan yang dulu bukan sesuatu yang harus diangkat ke ranah global, kini setelah kerusakan lingkungan sudah meraja lela disetiap belahan dunia, memaksa para individu untuk membuat sebuah organisasi internasional yang concern terhadap isu-isu lingkungan hidup global. Dalam bukunya, tepatnya tercantum pada chapter 2, dimana DeSombre menyebutkan bahwa ada sebuah institusi dalam PBB yang bertanggung jawab terhadap environmental governance, atau dapat kita pahami sebagai kekuatan / supremasi lingkungan yang bernama The United Nations Environment Programme (UNEP). Dimana dijelaskan pula oleh DeSombre bahwa institusi ini hampir sepenuhnya bertanggung jawab dalam mengkoordinasikan respon perhatian terhadap lingkungan hidup didalam badan PBB, dan juga memainkan peranan penting dalam bernegosiasi dan mengontrol atau mengatur perjanjian atau kesepakatan yang terkait terhadap masalah-masalah lingkungan hidup. Tentunya ini merupakan bentuk perhatian PBB sebagai organisasi internasional yang melindungi dan menjamin kebutuhan segenap anggotanya. Dan pastinya PBB juga bertanggung jawab atas segala konferensi-konferensi atau pertemuan-pertemuan globalĀ  yang penting membahas soal isu-isu lingkungan hidup dan juga menciptakan struktur institusional yang mengarah pada isu-isu tersebut. Dengan melihat lebih dalam mekanisme lingkungan hidup dalam PBB, itu membantu kita dalam memahami pemahaman dasar bagaimana organisasi sebagai bentuk kerja keseluruhan. Masih berpatokan pada apa yang ditulis DeSombre, bahwa inti dari PBB terbentuk oleh 6 prinsip, yaitu : Sekretariat, Majelis Umum, Dewan Keamanan, Dewan Perekonomian dan Kesejahteraan Sosial (ECOSOC), International court of Justice (ICJ), dan Trusteeship council.

Sebenarnya PBB punya beberapa bagian-bagian komponen yang fokus terhadap lingkungan hidup , dan kebanyakan memang berada dibawah majelis umum, walaupun keputusannya tidak mutlak berasal dari situ, tapi juga keputusan kumpulan Negara yang mana sering mempengaruhi merefleksikannya pada opini internasional. Ketika Majelis Umum mengambil suara untuk menyetujui agenda tambahan institusi, Negara-negara menambahkan peraturan baru. Setiap tindakan actual yang diambil oleh PBB dilakukan melalui oprogram dan dana dari organisasi. Dan entitas ini dilaporkan secara resmi kepada Majelis Umum PBB, namun mereka tetap mempunyai hubungan kerja yang utama dengan ECOSOC. Dimana UNEP sejatinya yang berhubungan dengan United Nations Development Programme (UNDP) dalam menangani masalah-masalah lingkungan hidup global dengan implikasinya yang bertujuan juga dalam pengembangannya. Ada pula komisi special di PBB yang fungsinya sebesar organisasi independen tapi kerjanya berada di bawah the broad umbrella PBB dan berkoordinasi satu sama lain dan juga dengan PBB dibawah ECOSOC. Sejatinya kepentingan utama dalam pengembangan dari institusi yang mengamati isu-isu lingkungan hidup global merupakan beberapa konfernsi internasional yang dibuat dan diatur oleh PBB umtuk mengembangkan prinsip dan institusi-institusi untuk otoritas atau control soal lingkungan hidup. Seperti konferensi yang cukup krusial yaitu United Nations Conference on the Human Environment (UNCHE) pada tahun 1972 di Stockholm dan satu lagi United Nations Conference on Environment and Development (UNCED) yang diadakan pada tahun 1992 di Rio de Janeiro.

Penjelasan tentag UNEP, tak hanya berhenti disitu, karena DeSombre juga menambahkan bahwa UNEP merupakan organisasi yang ditujukan untuk mengkoordinasi aspek-aspek lingkungan dari operasi-operasi PBB, juga untuk mengkatalisasikan aksi yang berkaitan dengan isu-isu lingkuhan hidup lebih jauh lagi. UNEP telah berperan penting dalam memonitor dan melakukan penelitian ilmiah pada isu-isu lingkungan; kemudian juga bekerja dalam membangun kapasitas Negara-negara, actor non-negara, dan institusi-institusi internasional lainnya; serta telah mengkoordinasikan dan mendukung negosiasi dalam perjanjian atau kesepakatan yang berkaitan dengan lingkungan hidup global. Ada beberapa hal yang bisa kita lihat dari UNEP, dimana dalam memainkan peran dalam mengkoordinasikan fungsi dari global environmental governance, pada umumnya UNEP telah mengambil program-program khusus yang ditujukan untuk isu-isu lingkungan hidup. UNEP sejatinya dijalankan oleh 58 anggota Governing council, yang mana setiap anggotanya merepresentasikan suatu Negara. Dan pertemuan yang dilakukan oleh dewan ini dipercaya untuk mempunyai perhatian khusus atau bisa dibilang fokus pada kebijakan pass delegasi yang berkenaan dan berkaitan dengan aktifitas UNEP. Lalu dalam UNEP juga ada beberapa program yang cukup signifikan diantaranya adalah memonitoring dan penelitian ilmiah, yang mana seperti yang sudah dijelaskan pula diatas bahwa adanya indikasi dari peranan utama dari dewan supremasi adalah untuk tetap membuat UNEP dari review situasilingkungan hidup global agar dapat yakin dan menjamin keberlangsungan isu-isu lingkungan dari implikasi dan konsekuensi internasional dimana harus mendapatkan pertimbangan yang dirasa pantas dari pemerintah. Tak hanya itu, ada juga yang disebut dengan Regional Seas Programme, yang mana dapat kita lihat bahwa dari awal salah satu fokus negosiasi penting dari UNEP selama ini adalah untuk melindungi samudra, dimana sampai sekarang itu semua dijalankan pada regional seas yang mengamati atau fokus pada kesepakatan untuk melindungi sumber daya dari shared ocean oleh Negara yang paling besar mendapatkan lebih banyak area yang terdekat.

UNEP sebagai salah satu bada dibawah PBB tentunya tidak luput dari berbagai kritik dan saran. Dan menurut DeSombre sendiri, UNEP juga kurang terorganisir dengan baik, dimana tidak hanya dalam soal penilaian sumber daya dan monitoring sajatapi juga negosiasi sering berbuntut pada kelemahan pada prosedur dan hasil dari negosiasi yang telah dilakukan. DeSombre mengutip dari buku Downey dan Leni yang berjudul The UN Environment at a Turning Point, bahwa hambatan atau kendala terbesar UNEP adlah masalah struktural dimana sedikitnya pekerja atau staff dalam badan tersebut dan budget yang diperoleh tak sebesar badan-badan betukan PBB lainnya. Begitu juga dengan luasnya diskusi dalam ranah lingkungan hidup membuat koordinasi dalam UNEP sendiri kurang baik. Namun walaupun begitu peran UNEP tentunya sudah sangat berjasa dalam pemecahan masalah lingkungan hidup global seperti dalam pengumpulan data lingkungan hidup yang sangat penting untuk kepentingan negosiasi membahas isu-isu nantinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: