Aurorastevani’s Blog

Kasus Scotia

Posted on: March 19, 2011

Awalnya kasus Scotia bermula dari terjadinya sebuah kecelakaan kapal asal Inggris yang bernama Scotia dan juga kapal milik Amerika Serikat yang bernama Berkshire. Dalam kecelaaan itu kapal scotia yang merupakan kapal uap menabrak Berkshire yang hanya sebuah kapal layar. Padahal jelas bahwa ada peraturan maritime yang jelas-jelas menegaskan perihal ketertiban tata lalu lintas laut yang sengaja diusung Inggris, dimana bertujuan untuk keselamatan kapal-kapal itu sendiri. Bahwa setiap kapal yang melewati jalur yang sama sepantasnya membawa lampu yang digunakan sebagai tanda serta peneranganuntuk menghindari adanya kecelakaan atau tabrakan, tidak perduli kapal uap maupun kapal layar. Sampai akhirnya banyak negara2 maritim lain yang kemudian menaati peraturan ini secara global dan akhirnya meluas keseluruh dunia.

Kemudian didukung pula dengan fakta hukum bahwa tepatnya pada tanggal 9 Januari 1863, Dewan Inggris mengirimkan Kapal Victoria berdasarkan pada Amandemen UU berkaitan dengan peraturan guna mencegah tabrakan Di Laut; dengan adanya aturan mengenai lampu, dan pengarah dan aturan berlayar. Lalu peraturan ini dirancang untuk kemudian dipatuhi oleh semua kapal yang telah masuk kedalam batas-batas yuridikasi Inggris dan erlaku bagi seluruh bangsa dan juga Negara tak tekecuali Amerika Serikat.. Kemudian sejak saat itu pula akhirnya Amerika Serikat ikut mengadopsi peraturan tersebut, yang kemudian didukung oleh pemerintah negara lain yang juga segera menyetujui peraturan hukum yang dibuat oleh Inggris ini seperti Austria, Republik Argentina, Belgia, Brasil, Bremen, Chili, Denmark yang tepat, Republik Khatulistiwa, Prancis, dan Negara Eropa lainnya serta menetapkan perintah ini di dewan yang diterbitkan dalam beberapa hari yaitu, dari tanggal 13 Januari, 1863 sampai 6 Februari 1866.

Pada tahapan kasus ini Berkshire dinilai tidak memiliki lampu seperti yang seharusnya ada dan tertulis dalam perundangan tersebut. Lebih parahnya, Berkshire hanya memiliki lampu putih dan tidak memiliki lampu berwarna sehingga mengecoh pandangan dari kapal Scotia yang mengira kalau Berkshire masih jauh karena terlihat, sampai akhirnya terjadilah tabrakan. Kemudian pihak Berkshire mengajukan kasus ini pengadilan hukum untuk penggantian kerugian. Yang mana mereka melaporkan bahwa pihak Scotia yang bersalah karena menabrak mereka, apalagi dilihat dari segi ukuran memang kapal Scotia lebih besar.

Lalu putusan pengadilan akhirnya resmi menyatakan bahwa pihak Berkshire yang bersalah karena hal-hal argumentasi yang tertera diatas soal ketidak taatan soal penyalaan lampu kapal, dan Berkshire telah diminta langsung berdasarkan Undang-undang Kongres April 29, 1864, untuk membawa lampu hijau dan merah, yang ia tidak bawa, dan dilarang untuk membawa lampu putih, yang dia bawa. Karena sebenarnya jika menggunakan cahaya putih, ia akan jelas dikenali sebagai kapal, namun dengan menunjukkan itu dari dek nya, bukan dari tiang utama, yang kemudian menyebabkan adanya salah paham akan jarak dari Berkshire oleh Scotia. Dan dalam kasus ini akhirnya Scotia memenangkan pengadilankarena pada dasarnya ia benar dalam menentukan bahwa itu kapal uap AS bukan kapal layar.  Kemudian Scotia berpegang pada aturan hukum yang berlaku yaitu UU dewan 9 Jan 1863.

 

Kasus Paquete dan Lola

 

Kasus Paquete bermula pada bulan April 1898 dua kapal penangkap ikan, yaitu Habana Paquete dan Lola yang merupakan kapal penangkap ikan ini berlayar masuk dan keluar dari Havana, kemudian secara teratur melakukan penangkapan ikan di pantai Kuba, dimana kapal ini berlayar di bawah bendera Spanyol tepatnya oleh subjek orang Spanyol kelahiran Kuba, yang tinggal di kota Havana. Yang mana kapal itu diperintahkan oleh subjek Spanyol yang juga berada di Havana, kargo kapal tersebut terdiri dari ikan segar, ditangkap oleh kru dia dari laut dan menaruhnya di atas kapaluntuk dijual. Sampai kemudian kapal tersebut dihentikan oleh squadron yang kemudian memblokade tanpa sepengatahuan awak kru kapal akan adanyaPerang Amerika-Spanyol. Kapal tersebut tidak mempunyai senjata atau amunisi sehingga memudahkan pada saat menangkap. terpisah kiri pelabuhan Kuba di Havana untuk ikan. Kedua kapal tersebut akhirnya ditangkap oleh kapal US Naval sebagai bagian dari blokade Laksamana Sampson Kuba, yang diperintahkan untuk melaksanakan blokade menurut hukum Amerika Serikat dan hukum negara yang berlaku untuk kasus-kasus seperti itu. Dan kapal itu ditempatkan di dalam perairan teritorial Kuba pada awal Perang Spanyol-Amerika, kemudian dibawa ke Key West, di mana kedua kapal akhirnya dilelang oleh pengadilan distrik.

Fakta hukum menyebutkan bahwa Admiral Sampson membenarkan adanya statement yang menyatakan bahwa kapal penangkap ikan yang berlayar di bawah bendera Spanyol diawaki oleh pelaut yang sangat baik, atau dalam artian bertanggung jawab untuk pelayanan lebih lanjut sebagai cadangan angkatan laut, yang merupakan aset sebagai alat untuk melawan kepentingan AS dalam Perang Spanyol Amerika. Para pemilik kapal kemudian mengajukan kasasi ke pengadilan sirkuit, mengutip sebuah tradisi panjang yang diselenggarakan oleh negara-negara guna membebaskan kapal penangkap ikan dari penangkapan hadiah di masa perang. ‘Tradisi’ ini merupakan contoh utama hukum kebiasaan internasional, yang merupakan tanggal kembali perintah oleh Henry IV pada 1403, serta memiliki lebih atau kurang telah diamati oleh mayoritas besar negara sejak itu. Pada saat penangkapan, kedua kapal tersebut tidak memiliki bukti adanya dugaan telah membantu musuh, dan memang tidak menyadari blokade angkatan laut AS. Karena didukung dengan bukti dilapangan, bahwa tidak ditemukannya senjata yang terpasang di kapal, serta tidak adanya upaya yang dilakukan baik untuk menjalankan blokade ataupun menolak penangkapan.

Telah dikemukakan, atas nama Amerika Serikat bahwa pengadilan ini tidak memiliki yurisdiksi untuk mendengar dan mengajukan banding, karena masalah dalam sengketa dalam kasus tidak melebihi jumlah atau nilai dari $ 2.000, dan hakim distrik belum bersertifikat terkait ajudikasi yang melibatkan sebuah pertanyaan penting umum. Namun akhirnya keputusan Mahkamah Agung Amerika mendukung adanya hukum kebiasaan internasional bahwa kapal-kapal nelayan dibebaskan dari penangkapan hadiah dan kemudian menetapkan bahwa penangkapan kedua kapal tersebut sebagai ‘melanggar hukum dan tanpa sebab kemungkinan’ dan memerintahkan hasil lelang serta setiap laba dari kargo tersebut dikembalikan ke penuntut, beserta pengembalian kerusakan dan biaya.

 

 

 

qtl { position: absolute; border: 1px solid #cccccc; -moz-border-radius: 5px; opacity: 0.2; line-height: 100%; z-index: 999; direction: ltr; } qtl:hover,qtl.open { opacity: 1; } qtl,qtlbar { height: 22px; } qtlbar { display: block; width: 100%; background-color: #cccccc; cursor: move; } qtlbar img { border: 0; padding: 3px; height: 16px; width: 16px; cursor: pointer; } qtlbar img:hover { background-color: #aaaaff; } qtl>iframe { border: 0; height: 0; width: 0; } qtl.open { height: auto; } qtl.open>iframe { height: 200px; width: 300px; }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: