Aurorastevani’s Blog

Essay Society and History

Posted on: March 19, 2011

Tidak mengherankan ternyata dalam alamat RGS Mckinder di tahun 1987 yaitu ‘Scope and Methods’, dia mengatakan sedikit tentang human security, dimana dia menyatakan bahwa analisis tentang manusia yang sebenarnya lebih condong pada peran pria dalam masyarakat akan lebih sempit cakupannya dari lingkungan. Bagaimanapun, dia menyarankan komunitas para pria harus dilihat sebagai kesatuan unit dalam perjuangan untuk keberadaan yang dianggap ad, yang mana itu semua, banyak dan sedikitnya sangat dibantu dan dipengaruhi oleh beberapa lingkungan sekitar. Ini merupakan teori murni dari Social Darwinism, karena tak hanya komunitas saja tapi juga lokasi yang dipertimbangkan sebagai kompetisi, dan juga untuk menjelaskan kenapa satu tempat atau lokasi harus merajai metropolis kecuali daerah pedesaan. Dalam argument dia selanjutnya, Mackinder percaya bahwa lingkungan dapat menciptakan kemungkinan atas perjanjian yang sekaligus solusi melalui rainfall dan vegetable dan kemudian ditujukan pada komunitas manusia, terhadap unit-unit berbeda oleh derajat atas pemisahan yang ditekan antara kawasan natural. Mackinder mengenal empat tipe dari komunitas manusia yang dikenal oleh skala tertentu sebagai races, nations, provinces, and towns. Lebih signifikan lagi, dia menambahkan bahwa dua tipe terakhir, biasanya digunakan dalam konteks dari kooperasi antar groups. Namun dia percaya bahwa dua tipe awal diatas sebenarnya lebih natural dimana mengena langsung pada variasi lingkungan.

Seperti kita tahu Mackinder pernah membuat suatu paper, yang berjudul Britain and the British Seas, a paradigm of the New Geography, dia membuat suatu perbedaan antara race dan nations yang tidak jelas. Mengambil setengah dari isi buku untuk mengaplikasikan the physical geography dari Britania Raya, Mackinder berubah haluan pada konsekuensi human geography. Dimana dia juga menjelaskan bahwa orang-orang Britania Raya seperti menciptakan geografi etnik atau kultural yang berbeda. Dan geografi etnik atau cultural ini, membuat kita mengingat kembali pada diskripsi Ratzel yang tentang global humanity yang menguak nigrescence didaerah tropis dan Mackinder menyatakan secara jelas dan terbuka pada para ekonom dan etnologis seperti karya William Ripley yang menyadur dari karya Ratzel tentang geografi etnik yang mana dalam konteks geografi moral di Eropa. Jelas terlihat itulah kenapa Ratzel melihat perbedaan warna kulit untuk mendiskripsikan negroid races of the world, sedangkan Mackinder dan Ripley mengikuti arahan antropolog John Beddoe dalam membaca dan melihat nigrescence dari corak warna rambut yang kemudian sama saat diimplikasikan secara hirarki oleh masyarakat modern sampai yang primitif.

Jika kita mau balik kebelakang soal empat tipe yang dikenalkan Mackinder soal human community, Mackinder menggunakan races dan nations dalam konteks biologi atas spesies subspesies. Bagimanapun juga konsepnya tentang races lebih condong pada teori Lamarck dari pada Darwin, karena baginya, races mempresentasikan ajaran tentang pengalaman lingkungan dimasa lalu. Tepatnya Mackinder percaya bahwa itulah bagaimana cara orang atau masyarakat meningkatkan mutu kehidupannya yang mana dengan pemikiran kuat menekankan pada aspek dasar atas kultural geografi. Dalam konteks berbeda, Mackinder pernah menegaskan bahwa perbedaan mendasar dari geografi politik bias dibilang ditemukan dalam fakta-fakta dimana masyarakat berpergian tau berkelana dan menetap. Masih mengungkit soal Biologi, Mackinder menghubungkan territorial dengan SDA, seperti bagaimana dia menghubungkan racialized-nations dengan spesies. Dimana setiap bangsa harus berdasar pada masa lalu dan juga masa kini untuk menciptakan territory serta harus disiapkan untuk mempertahankan teritori itu melawan invasi keserakahan dan kejahatan pihak lain.

gcjf

qtl { position: absolute; border: 1px solid #cccccc; -moz-border-radius: 5px; opacity: 0.2; line-height: 100%; z-index: 999; direction: ltr; } qtl:hover,qtl.open { opacity: 1; } qtl,qtlbar { height: 22px; } qtlbar { display: block; width: 100%; background-color: #cccccc; cursor: move; } qtlbar img { border: 0; padding: 3px; height: 16px; width: 16px; cursor: pointer; } qtlbar img:hover { background-color: #aaaaff; } qtl>iframe { border: 0; height: 0; width: 0; } qtl.open { height: auto; } qtl.open>iframe { height: 200px; width: 300px; }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: