Aurorastevani’s Blog

Ketagihan Seks, Gangguan Mental?

Posted on: May 17, 2010

Persoalan ketagihan seks hingga saat ini masih menjadi perdebatan para ahli. Sebagian berpendapat bahwa hal itu terjadi karena seseorang tidak bisa mengontrol libidonya. Namun, sebagian ahli mengatakan bahwa ketagihan seks merupakan bentuk kelainan mental.

Para ahli berpendapat, sesuatu yang sifatnya kompulsif dan tidak terbendung bisa membahayakan. Itu sebabnya kecanduan seks, seperti halnya kecanduan minuman keras atau narkoba, perlu mendapatkan penanganan profesional.

Akan tetapi, para ahli kesehatan mental tidak setuju bila perilaku kecanduan seks ini dikategorikan sebagai gangguan mental. Oleh karena itu, dalam edisi terbaru Diagnosis and Statistical Manual of Mental Disorder, semacam “kitab suci” para psikiatri, kecanduan seks tidak disebutkan dalam kategori perilaku kecanduan.

“Belum banyak bukti empiris untuk menyebut kecanduan seks dalam kategori tersebut,” kata Dr Martin P Kafka, profesor psikiatri dari Harvard Medical School.

Namun, hal itu ditentang oleh para terapis. “Kami telah menangani kasus kecanduan seks selama lebih dari 20 tahun,” kata Douglas Weiss, psikolog dan direktur pusat konseling di Amerika Serikat.

Lebih lanjut, Weiss menjelaskan perbedaan antara orang dengan dorongan seks yang besar dan pencandu seks. “Orang yang libidonya tinggi menginginkan adanya hubungan emosional dan menemukan kepuasan setiap kali melakukan hubungan intim. Sementara itu, seorang pencandu seks hanya ingin memuaskan hasratnya. Mereka tidak mencari keintiman, bahkan mereka tidak merasa ‘ada’ saat melakukannya,” paparnya.

Menurut Kafka, ada definisi klinis yang harus dipenuhi untuk menyebut perilaku ketagihan seks sebagai sebuah kecanduan, dan hal itu tidak dipenuhi dari perilaku ketagihan seks. Misalnya, orang yang ketagihan seks tidak melakukan hubungan intim untuk mendapatkan efek yang sama, seperti halnya pada pencandu narkoba.

Hal itu berbeda dengan pencandu narkoba atau pencandu judi yang tidak memiliki dorongan biologis, seperti makan, tidur, atau berhubungan seks. “Kita semua ingin makan dan ingin melakukan seks. Dengan kata lain, sulit mengatakan sebuah perilaku yang berkaitan dengan kebutuhan dasar manusia sebagai sebuah kecanduan,” papar Kafka.

Dalam ilmu psikiatri, orang yang ketagihan melakukan sesuatu atas dorongan biologis tidak disebut pencandu. Misalnya, orang yang makan secara kompulsif disebut sebagai bulimia, bukan pencandu makan. Itu sebabnya kini sedang dicari kategori baru untuk gangguan hiperseks dalam buku manual diagnosis psikiatri.

Diambil dari kompas.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: